1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila. Hal itu tercantum dalam Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Peringatan ini merupakan penghormatan untuk seluruh pahlawan yang gugur dalam melaksanakan tugasnya melindungi Pancasila. Kemudian, Kesaktian Pancasila pun bermakna sebagai usaha membentengi peran Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
Menjaga keutuhan Pancasila adalah tanggung jawab bersama. Lantas bagaimana peran guru dalam memelihara nilai-nilai Pancasila? Sudah pasti guru tidak hanya memainkan peran sentral dalam pembelajaran bahkan menjadi jauh lebih vital dalam menanamkan nilai-nilai pancasila untuk para peserta didiknya. Sistem pendidikan Nasional melalui Kurikulum Merdeka ini memandatkan para pendidik untuk membangun dan menanamkan karakter pada pribadi peserta didik berdasarkan nilai-nilai pancasila.
Bagaimana caranya? Guru menjadi panutan, karena murid belajar dari gurunya. Apapun yang guru lakukan di depan murid, mereka akan menyerapnya. Dalam kehidupan murid, sebagian besar waktunya digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Mereka akan banyak sekali berkomunikasi dengan guru. Dengan disadari atau tidak, murid akan belajar dari sikap, ucapan, dan perilaku gurunya. Apabila guru ingin menanamkan nilai-nilai Pancasila, maka nilai-nilai tersebut harus sudah tertanam dalam dirinya. Satu hal yang sangat penting: pendidik harus melakukan apa yang diajarkannya.
Sebagai pendidik, sudahkah kita mengambil peran dalam menjaga keutuhan Pancasila? Apakah nilai-nilai Pancasila sudah tertanam dalam diri kita?
Kita sebagai pendidik mengemban amanah yang mulia untuk menjaga Pancasila dan keutuhan bangsa dan negara. Oleh karena itu, mari kita ‘Bangkit Bergerak Bersama Pancasila’.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober 2022
Yuk kita refleksi!
Keep learning, keep sharing, keep inspiring, and write your legacy!
Capri Anjaya
Ketua AISEI Komunitas Pendidik Indonesia
Asep Dedeh Permana
TIM AISEI Komunitas Pendidik Indonesia
